11 May 2011

Hukum Makan Ikan Yang Tidak Dibuang Perut / Tidak Disiang


Salam..
Lanun kongsikan jawapan dari Ustaz Zaharudin berkaitan dengan persoalan yang dibangkit kan oleh polan bin polan berkaitan dengan memakan ikan yang tidak di perut atau pun yang tidak disiang perut @ najisnya. Kebetulan Lanun tinggal di kawasan yang majoriti penduduk disini memasak ikan tanpa membuang perut, yang mungkin mereka dah biasa. So, tanpa buang masa jemputlah baca he3.. Semoga ada manfaat kita bersama yer.

Apa Hukumnya Halal @ Haram?

Islam datang, sedang manusia masih dalam keadaan demikian dalam memandang masalah makanan berupa binatang. Islam berada di antara suatu faham kebebasan soal makanan dan extrimis dalam soal larangan. Oleh karena itu Islam kemudian mengumandangkan kepada segenap umat manusia dengan mengatakan:

"Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu." (al-Baqarah: 168)

Selanjutnya mengumandangkan seruannya kepada orang-orang mu'min secara khusus.
Firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah kalau betul-betul kamu berbakti kepadaNya. Allah hanya mengharamkan kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidaklah berdosa baginya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih." (al-Baqarah: 172-173)

Point 1 : Perut ikan tak termasuk dalam bab bangkai..dan jikalau ia mempunyai najis, ia adalah terhasil dari makanan ikan yang juga harus, justeru ia adalah harus di makan (bagi sesiapa yang nak makan le).

Point 2 : Makanan kedua yang diharamkan ialah darah yang mengalir. Ibnu Abbas pernah ditanya tentang limpa (thihal), maka jawab beliau: Makanlah! Orang-orang kemudian berkata: Itu kan darah. Maka jawab Ibnu Abbas: Darah yang diharamkan atas kamu hanyalah darah yang mengalir.


Maka perut ikan dan najisnya juga tak termasuk dalam bab ini.

Rasulullah s.a.w. ketika ditanya tentang masalah air laut, baginda menjawab:

"Laut itu airnya suci dan bangkainya halal." (Riwayat Ahmad dan ahli sunnah)

Dan firman Allah yang mengatakan:

"Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut dan makanannya." (al-Maidah. 96)

Umar berkata: Yang dimaksud shaiduhu, yaitu semua binatang yang diburu; sedang yang dimaksud tha'amuhu (makanannya), yaitu barang yang dicarinya.

Dan kata Ibnu Abbas pula, bahwa yang dimaksud thaamuhu, yaitu bangkainya.

Zaman Nabi, Sahabat makan bangkai ikan besar

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah diceriterakan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah mengirimkan suatu angkatan, kemudian mereka itu mendapatkan seekor ikan besar yang sudah menjadi bangkai. lkan itu kemudian dimakannya selama 20 hari lebih. Setelah mereka tiba di Madinah, diceriterakanlah hal tersebut kepada Nabi, maka jawab Nabi:

"Makanlah rezeki yang telah Allah keluarkan untuk kamu itu, berilah aku kalau kamu ada sisa. Lantas salah seorang diantara mereka ada yang memberinya sedikit. Kemudian Nabi memakannya." (Riwayat Bukhari)

DR YUSOF AL-qaradawi MENYEBUT :

Binatang laut yaitu semua binatang yang hidupnya di dalam air.

Binatang ini semua halal, didapat dalam keadaan bagaimanapun, apakah waktu diambilnya itu masih dalam keadaan hidup ataupun sudah bangkai, terapung atau tidak. Binatang-binatang tersebut berupa ikan ataupun yang lain, seperti: anjing laut, babi laut dan sebagainya.

Bagi yang mengambilnya tidak lagi perlu diperbincangkan, apakah dia seorang muslim ataupun orang kafir. Dalam hal ini Allah memberikan keleluasaan kepada hamba-hambaNya dengan memberikan perkenan (mubah) untuk makan semua binatang laut, tidak ada satupun yang diharamkan dan tidak ada satupun persyaratan untuk menyembelihnya seperti yang berlaku pada binatang lainnya. Bahkan Allah menyerahkan bulat-bulat kepada manusia untuk mengambil dan menjadikannya sebagai modal kekayaan menurut kebutuhannya dengan usaha semaksimal mungkin untuk tidak menyiksanya.

Firman Allah:

"Dialah Zat yang memudahkan laut supaya kamu makan daripadanya daging yang lembut." (an-Nahl: 14)

"Dihalalkan buat kamu binatang buronan laut dan makanannya sebagai perbekalan buat kamu dan untuk orang-orang yang belayar." (al-Maidah: 96)


KESIMPULAN :

DARI SUDUT HUKUM, PERUT IKAN MALAH NAJISNYA ADALAH PERKARA YANG DIDIAMKAN HUKUMNYA OLEH ALLAH DAN RASULNYA, INI BERMAKNA IA MENURUTI HUKUM DAGINGNYA SEBAGAIMANA DALIL DI ATAS, IAITU HARUS DI MAKAN.

Bagaimanapun, jika adat dan sains mendapati ianaya tidak baik untuk keshihatan dan adat mendapatinya sebagai kotor..maka adalah baik untuk menjauhinya. [ada pendapat mengatakan bahawa insang dan perutnya tempat pembiakan mikroorganisma yang mungkin boleh bawa penyakit, tapi bukti tu Lanun masih tak jumpa]. Kepala ikan pun sbrnya nampak mcm kotor dan mengerikan, tapi ramai org suka kari kepala ikan..cuma belum ada kari perut ikan sahaja.

Maka dalam bab perut dan najis ikan bilis, ia isu yang sgt kecil dan ia adalah harus , siapa nak buang, tak ada masalah, siapa yg termakan atau memang nak makan pun tak de masalah.

Sekian
Ust zaharuddin
28 Mei 07

p/s : Alhamdulillah ianya bukan jatuh haram seperti sesetengah orang berpendapat. Lanun berpendapat tidak ada masalah, tetapi lebih baik dibuang kerana untuk menjaga kebersihan makanan, dan juga dapat membuang was was orang yang geli melihat perut ikan / insangnya. Selesai!


Baca pendapat Lain :
  1. MEMAKAN ISI PERUT IKAN : ADAKAH NAJIS ? [kata haram]
Blog Widget by LinkWithin

7 komen disini yer..:

Mek Norfa said...

Ikan kering memang jarang dibuang perutnya

aque said...

wargh.. baru ni tahu.... tapi kalau telur ikan nak dibuang sayang.. sedap... huhuhuhu

Khairul Hakimin B. Muhammad said...

malaseh encik lanun, ilmu yang bermanfaat di petang2 sebeginih!

jaya jr said...

nice info lanun..huhu,TQ

azima said...

terima kasih atas info nie...

dan said...

.ikan tu bangkai ler. Bangkai ialah haiwan yg mati tanpa disembelih secara syarak....

dan said...

.ikan tu bangkai ler. Bangkai ialah haiwan yg mati tanpa disembelih secara syarak....